Sejarah
Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika yang ada di
Indonesia bukanlah muncul dengan sendirinya, namun Bhinneka Tunggal Ika yang
ada di Indonesia ada sejarahnya. Yang menyedihkan adalah tidak semua warga
Indonesia tahu sejarah dari Bhinneka Tunggal Ika tersebut.
Berikut ini adalah sejarah Bhinneka
Tunggal Ika yang harus diketahui :
- Bhinneka Tunggal Ika merupakan kata yang ditemukan pada
kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular. Kitab itu dikarang oleh
Mpu Tantular saat jaman kerajaan Maja Pahit di abad XIV.
- Dalam kitabnya, Mpu Tantular menulis “Rwaneka dhatu
winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng
Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma
mangrwa”
- Arti dari tulisan itu adalah agama yang dianut oleh
manusia berupa Buddha dan juga agama Dewa Siwa ( Hindu ) adalah kedua zat
yang berbeda, namun di dalam kedua agama tersebut mengandung nilai-nilai
kebenaran dari Jina ( Buddha ) dan Siwa yang tunggal. Meski terpecah
belah, tetapi tetap satu jua, artinya adalah dharma yang mendua.
- Kitab yang ditulis dalam bahasa jawa kuno tersebut
dilirik dari harafiahnya memiliki arti beragam atau bhinneka, satu atau
tunggal dan itu atau ika. Jika digabungkan artinya adalah beragam tetap
satu itu.
- Setelah ditemukannya tulisan tersebut, Bhinneka Tunggal
Ika menjadi perbincangan para tokoh pejuang di Indonesia. Tokoh yang
membincangkan Bhinneka Tunggal Ika sebelum terjadinya proklamasi adalah
Bung Karno, Muhammad Yamin, I Gusti Bagus Sugriwa. Perbincangan itu
terjadi ketika sidang Badan Pnyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia ( BPUPKI ).
- Bung Hatta juga mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika
adalah ciptaan dari Bung Karno. Bung Hatta mengatakan hal tersebut setelah
Indonesia merdeka.
- Beberapa tahun setelah kemerdekaan, dirancanglah
lambang negara untuk negara Indonesia. Lambang negara itu seperti yang
kitab kenal saat ini yaitu bentuk burung Garuda Pancasila dimana semboyan
Bhinneka Tunggal Ika ikut dimasukkan dalam lambang negara Republik
Indonesia tersebut.
- Lambang begara diresmikan dan resmi dipakai sebagai
lambang negara pada sidang kabinet Republik Indonesia Serikat. Sidang itu
dipimpin oleh Muhammad Hatta. Sidang dilaksakanakn pada tanggal 11
Februari 1950. Rancangan lambang negara yang digunakan adalah rancangan
Sultan Hamid II.
- Sebelum memakai rancangan lambang negara milik Sultan
Hamid 11, muncul berbagai macam lambang negara. Namun usulan yang diterima
oleh peserta sidang adalah rancangan milik Muhammad Yamin dan Sultan Hamid
II. Pada akhirnya rancangan Sultan Hamid lah yang terpilih menjadi lambang
negara.
- Para tokoh pendiri bangsa Indonesia yang beragama Islam
cukup memiliki toleransi untuk menerima semboyan yang diambil dari kitab
Mpu Tantular tersebut meski Mpu Tantular bukanlah tokoh yang beragama
islam.
- Sikap toleran dari pendiri bangsa inilah yang menjadi
watak dasar bagi setiap suku bangsa yang ada di Indonesia, dimana setiap
suku tersebut memiliki agama yang beragam, suku tersebut juga memiliki berbagai
macam tradisi da juga kepercayaan serta hak
dan kewajiban warga negara. Kenakeragaman itu sudah ada jauh sebelum
agama islam masuk ke nusantara.
Sebagai warga Indonesia yang baik,
kita dituntut untuk tidak hanya tahu arti dari Bhinneka Tunggal Ika saja namun
kita dituntut untuk memahami dan menjalankan maksud dari Bhinneka Tunggal Ika
tersebut. Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu.
Frasa itu diambil dari bahasa jawa kuno dan dijadikan sebagai semboyan negara.
Seperti yang sudah diketahui
sebelumnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan negara Republik
Indonesia. Semboyan itu melekat pada lambang negara lebih tepatnya burung garuda
sebagai lambang negara dan semboyan itu ada di kedua kaki dengan pita
bertuliskan kata Bhinneka Tunggal Ika.
Peran Bhinneka Tunggal Ika
Dalam kehidupan di negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika memegang peran
yang penting. Hal itu dikarenakan semboyan itu diharapkan untuk mencegah
terjadinya perpecahan dan
penyebab terjadinya penyalahgunaan kewenangan antar suku yang ada di
Indonesia. Berikut ini adalah peran penting Bhinneka Tunggal Ika yang harus
kita ketahui :
1. Menjaga Kesatuan Republik Indonesia – Salah satu
peran penting Bhinneka Tunggal Ika bagi kehidupan warga Indonesia adalah
menjaga kesatuan negara republik Indonesia. Hal itu ditandai dengan lambang
negara burung garauda yang mencengkeram pita dengan tulisan Bhinneka Tunggal
Ika. Dari lambang tersebut kita disadarkan bahwa Indonesia itu satu dan tidak
boleh terpecah belah. (baca :
manfaat
UUD republik Indonesia)
2. Menciptakan Persatuan Di Indonesia – Indonesia
terdiri dari berbagai macam ras suku bangsa dimana di setiap sukunya memiliki
ciri khas sendiri-sendiri dan agama sendiri. Meski berbeda Bhinneka Tunggal Ika
memiliki peran untuk menciptakan persatuan di bangsa Indonesia. Perbedaan yang
ada harus tetap menciptakan persatuan Indonesia, jangan sampai terjadi
keributan antar suku bangsa Indonesia.
3. Membangun Kehidupan Nasional – Membangun kehidupan
nasional Indonesia merupakan salah satu peran dari Bhinneka Tunggal ika hal itu
dikarenakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika diharapkan mampu mengatur kehidupan
warga Indonesia yang majemuk sehingga kehidupan nasional dapat tercipta.
Kehidupan warga negara Indonesia yang beragam diharapkan mampu membentuk
kehidupan nasional yang aman, damai, tentram dan tanpa perpecahan.
4. Membangun Berbagai Aspek Di Indonesia – Bhinneka
Tunggal Ika juga akan membangun berbagai aspek di Indonesia. Aspek yang dibangun
tersebut mencakup aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan juga
aspek pertahanan rakyat. Maksud menggunakan Bhinneka Tunggal Ika di sini adalah
ketika warga Indonesia berkecimpung dalam aspek tersebut diharapkan mereka
tetap menjaga persatuan dan kesatuan warganya. Bisa dilihat dari segi
fungsi partai politik,
banyak anggota politik yang terlibat di dalam partai politik terdiri dari
berbagai macam ras dan suku bangsa.
5. Mencapai Tujuan Nasional – Indonesia negara yang
didirikan bukan tanpa tujuan, Indonesia memliki berbagai macam tujuan.
Masyarakat Indonesia yang memahami dan melaksanakan arti dari Bhinneka Tunggal
Ika diharapkan secara bersama-sama mampu menciptakan tujuan nasional bangsa
Indonesia.
6. Penentu Kebijaksanaan Peraturan Negara – Bhinneka
Tunggal Ika yang ada di Indonesia juga menjadi penentu kebijaksanaan peraturan
negara. Misalnya saja kebijaksanaan yang dibuat itu tidak merugikan bagi suku
dan agama yang dianut oleh warga negara Indonesia. Sila pancasila sebelum
menjadi seperti sekarang ini telah mengalami berbagai macam perubahan sila. Ada
satu rumusan terutama sila pertama yang hanya melibatkan agama islam saja,
sehingga hal itu akan menyinggung agama lain yang ada di Indonesia.Oleh sebab
itulah rumusan pancasila itu mengalami beberepa perubahan hingga bunyinya
seperti saat ini ( Ketuhanan Yang Maha Esa ).
7. Sebagai Rambu-Rambu Peraturan – Salah satu pera
Bhinneka Tunggal Ika adalah sebagai rambu-rambu dalam membuat setiap peraturan.
Mialnya saja dalam hal pendidikan, sekolah tidak boleh membuat peraturan dengan
membeda-bedakan agama siswa, suku dan ras siswanya yang dibuat oleh
struktur komite sekolah.
Misalnya adalah di suatu sekolah, siswa dengan kulit hitam tidak boleh
bersekolah di sekolah tersebut. Hal itu merupakan peraturan yang melanggar arti
dan makna Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu Bhinneka Tunggal Ika akan
menjadi rambu-rambu bagi setiap peraturan yang dibuat di Indonesia.
8. Sebagai Rambu-Rambu Pergaulan – Manusia merupakan
makhluk sosial dimana manusia akan berinteraksi dengan manusia lain. Saat
berinterkasi dengan orang lain, Bhinneka Tunggal Ika sebagai rambu-rambunya.
Artinya adalah manusia tidak boleh memilih-milih teman berdasarkan agama, ras
maupun sukunya. Hal itu menyimpang dari arti dan makna dari Bhinneka Tunggal
Ika, sehingga ketika akan bergaul ingatlah arti dari Bhinneka Tunggal ika.
9. Rambu-Rambu Pemerintahan – Pemerintahan baik
di pusat maupun di daerah harus mengetahui rambu-rambunya. Rambu-rambu tersebut
berdasarkan dengan Bhinneka Tunggal Ika. Contohnya saja adalah pemerintahan,
jangan membuat keputusan pemerintahan berdasarkan ras, agama dan suku bangsa.
Sebab jika hal itu dilanggar akan timbul perpecahan baik di pemerintahan pusat
maupun pemerintahan di daerah. (baca :
fungsi
pemerintahan daerah)
10. Terwujudnya Kepentingan Nasional – Peran Bhinneka
Tunggal Ika yang harus diketahui adalah Bhinneka Tunggal Ika bisa mewujudkan
terwujudnya kepentingan nasional. Kepentingan nasional itu adalah kepentingan
bangsa Indonesia itu sendiri. Jika masyarakat Indonesia sudah bisa mewujudkan
kepentingan nasional maka masyarakat tidak akan mengedepankan kepentingan
pribadi, kepentingan golongan, kepentingan suku bangsanya masing-masing,
kepentingan daerahnya masing-masing. Kepentingan nasional juga akan terwujud jika
masyarakat Indonesia bersikap menghormati terhadap kepentingan orang lain,
selama kepentingannya tersebut tidak melenceng jauh dari kepentingan nasional.
11. Sebagai Penuntun Warga Indonesia – Peran Bhinneka
Tunggal Ika adalah sebagai penuntun bagi warga Indonesia untuk mewujudkan
tuntutan bangsa yang bersatu secara nasional. Bangsa yang bersatu tersebut akan
berada dalam keutuhan NKRI.
12. Membentuk Pola Pikir, Sikap Dan Tindakan – Peran
Bhinneka Tunggal Ika lainnnya adalah sebagai pembentuk pola pikir, sikap dan
juga tindakan yang akan dilakukan oleh warga Indonesia. Pola-pola tersebut
pengaruh dari Bhinneka Tunggal Ika. Efek dari pengaruh Bhinneka Tunggal Ika itu
adalah masyarakat akan membentuk pola pikir, sikap dan tindakan yang akan
mendahulukan kepentingan nasional dibandingkan dengan kepentingan individu
maupun kepentingan kelompok. Kepentingan nasional dianggap lebih penting
dibandingkan dengan kepentingan yang lainnya.
13. Menumbuhkan Semangat Kebangsaan – Peran Bhinneka
Tunggal Ika adalah sebagai penumbuh semangat kebangsaan. Menyadari Indoneisa
adalah negara multikultular warga Indonesia memiliki semangat kebangsaan untuk
tetap menjaga keberagaman tersebut. Keberagaman tersebut akan indah jika
masyarakatnya bisa memahami dan saling menghormati keberagaman tersebut.
Sebaliknya jika ada pemaksaan untuk mengikuti satu ragam saja, akan
timbul perpecahan di berbagai wilayah di Indonesia. ( baca
:
Penyebab masyarakat majemuk dan multikultural)
14. Membentuk Jiwa Nasionalisme – Bhinneka Tunggal Ika
yang bisa menumbuhkan semangat kebangsaan akan bisa menumbuhkan jiwa
nasionalisme di hati setiap warga negara Indonesia. Jiwa yang nasionalis akan
merasa memiliki Indoensia sehingga mereka ingin menjaga keutuhan Indonesia dan
keberagaman yang ada.
15. Demokratis – Peran Bhinneka Tunggal Ika adalah
untuk mencapai demokratis di setiap warga negaranya. Demokratis itu tanpa
paksaan dan juga tanpa tekanan.
16. Keadilan Di Berbagai Aspek – Peran Bhinneka
Tunggal Ika adalah menjaga keadilan di berbagai aspek, contohnya saja keadilan
bagi hak asasi manusia terutama
hak perlindungan anak.
Jika ada yang melanggar hak asasi yang dimiliki manusia dia akan terkena sanksi
hukum yang tegas. Salah satu hak asasi yang dimiliki manusia adalah hak untuk
menentukan agama dan kepercayaannya masing-masing. Jika ada warga yang
mengganggu hak asasi manusia tersebut dia akan terkena sanksi hokum yang tegas.
17. Menciptakan Kesejahteraan – Salah satu peran
Bhinneka Tunggal Ika di tengah-tengah masyarakat adalah menciptakan
kesejahteraan di kalangan masyarakat. Jika masyarakat mengetahui dan memahami
arti dari Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat tersebut tidak akan saling ganggu
dengan agama, suku, ras dan kepercayaannya orang lain. Jika saling menghormati
akan terwujud masyarakat yang harmonis.
18. Memakmurkan Masyarakat – Jika setiap masyarakat
tahu arti Bhineka Tunggal Ika mereka tidak akan saling ganggu, terutama ketika
melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Selain itu
Bhinneka Tunggal Ika bisa membuat warganya menjadi makmur dikarenakan tidak ada
perbedaan ras, agama dan suku untuk mendapatkan pekerjaan dan menciptakan
lapangan usaha. Jika masyarakat tidak tahu arti dan memaknai Bhinneka Tunggal
Ika mereka akan membeda-bedakan orang berdasarkan SARA ( Suku Agama Dan Ras )
sehingga jika orang yang melamar pekerjaan tidak berasal dari suku dan agama
sesuai yang dikehendaki pemilik pekerjaan, orang itu tidak bisa mendapatkan
pekerjaan. Selain itu orang yang tidak bisa memaknai Bhinneka Tunggal Ika
mereka akan cenderung membuat kerusuhan di tempat usaha milik orang yang bukan
berasal dari sukunya atau tidak sesuai dengan agamanya, hal itu akan membawa
kerugian untuk pemilik usaha sehingga tidak akan tercipta kemakmuran.
19. Identitas Bangsa – Salah satu peran Bhinneka
Tunggal Ika yang penting adalah sebagai pembentuk identitas bangsa. Bangsa
Indonesia identik dengan keanekaragamannya, sehingga jika keanekaragaman
tersebut hilang Indonesia akan kehilangan identitasnya.
Konsep Dasar Dalam Bhinneka Tunggal Ika
Di dalam Bhinneka Tunggal Ika terdapat konsep yang harus dipahami oleh
setiap masyarakat yang ingin memaknai Bhinneka Tunggal Ika. Konsep Bhinneka
Tunggal Ika itu kemudian dijabarkan di dalam prinsip-prinsip Bhinneka Tunggal
Ika dimana prinsip tersebut akan menjadi pedoman dalam kehidupan
berbangsa dan juga bernegara. Berikutn ini adlaha konsep Bhinneka Tunggal Ika
yang harus diketahui oleh masyarakat :
1. Pluralisme
Pluralisme adalah konsep dasar dari Bhinneka Tunggal Ika. Kata ini diambil
dari plural yang artinya adalah banyak. Pluralisme merupakan faham yang akan
mengakui jika ada berbagai macam entitas yang tidak bergantung dengan faham
yang lainnya. Masing-masing entitas itu bisa berdiri sendiri tanpa adanya
ikatan dengan entitas lain, sehingga tidak diperlukan pengganti untuk mengganti
faham-faham tersebut. Faham ini akan melahirkan faham yang individualis dimana
faham itu akan mengakui jika masing-masing individu bisa berdiri lepas dari
individu lain. Hal itu dikarenakan setiap individu memiliki perbedaan sehingga
perbedaan individu itu harus saling dihargai dan juga dihormati.
Contoh dari konsep dasar ini adalah sebagai berikut ini:
- Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa.
- Faham pluralisme itu akan membiarkan suku bangsa
tersebut bebas berdiri sendiri dan lepas dari yang lainnya. Suku tersebut
tidak memerlukan substansi, contohnya bagsa Indonesia tidak bisa mengurangi
eksistensi dari suku-suku bangsa Indonesia.
2. Pluralitas
Konsep ini merupakan konsep dimana
penggambaran dari keanekaragaman adalah alam yang tercipta dengan
keanekaragamannya karena pengaruh globalisasi.
Kenekaragaman yang ada di Indonesia harus diatur secara proporsional di dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan sampai pengaturan keanekaragaman itu
berat sebelah atau tidak seimbang.
Contoh dari faham ini adalah sebagai
berikut ini:
- Indonesia beraneka ragam ditinjau dari beragam suku
bangsanya.
- Indonesia beragam adat-istiadatnya berdasarkan adat
yang diyakini oleh suku-suku bangsa.
- Bahasa ibu beragam misalnya saja bahasa Jawa, bahasa
Sunda dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan bahasa nasional hanya satu
yaitu bahasa Indonesia.
- Agama yang dipeluk masyarakat Indonesia beragam.